Minggu, 13 November 2011

3 revolusi dunia


REVOLUSI AMERIKA 1776



A. Terbentuknya Koloni-Koloni Inggris di Amerika Utara.
            Bangsa Amerika yang sekarang ada, sebenarnya bukan penduduk asli benua tersebut, namun mereka adalah orang-orang Eropa yang datang ke wilayah tersebut sejak permulaan abad ke 16. Diantaranya mereka adalah dari Inggris  dan Prancis.
            Di Inggris terjadi penindasan oleh raja terhadap golongan Puriten, yaitu golongan yang tidak mau memeluk agama Anglikan . Mereka ingin kembali kepada agama yang mereka sebut Kristen murni atau Puritan. Karena raja menganggap bahwa golongan Puritan ini mengurangi kewibaannya, maka timbul larangan dan penindasan terhadap golongan Puritan. Mereka yang tidak mau tunduk kepada paksaan raja, terpaksa mereka pindah ke Amerika Utara untuk mencari kebebasan.
            Di Prancis juga timbul perang Agama antara golongan Protestan melawan pemerintah raja Prancisyang beragama Katolik, hal ini menyebabkan perang Hugenot. Hugenot adalah sekelompok kaum yang beragama Protestan. Mereka kaum Hugenot ini terpaksa pindah ke Amerika Utara untuk mencari kebebasan. Sehingga sekitar abad ke 17 terbentuklah koloni-koloni di Anerika Utara seperti : Virginia, Maesachuset, Carolina, Conecticut, New Hampshire, Maine, Maryland, New Jersey, dan Pensylvania.
Peta Negara Bagian Amerika Serikat
B. Bentrokan Antara Inggris dan Prancis.
            Sesudah koloni-koloni di Amerika Utara muncul dan berkembang, maka raja Inggris berkeinginan menguasai daerah koloni tersebut,. Oleh karena itu segala aturan yang berlaku di Amerika Utara, ditentukan oleh pemerintah Inggris.
            Selain dari pada Inggris yang ingin menguasai daerah koloni, ada Negara lain yaitu Negara Prancis. Dalam meluaskan pengaruhnya , Prancis mengirim para kaum penjelajah serta Misionaris ke daerah lembah St Lawrence di Kanada sebelah timur. Prancis mulai menguasai daerah Mississipi sampai New Orleans. Dengan demikian Prancis sudah meliputi daerah yang luas membentang di sebelah barat kekuasaan Inggris.
            Pada tahun 1756-1763 terjadilah peperangan antara Inggris dan Prancis, beberapa milisi Koloni membantu tentara Inggris yang juga dibantu oleh suku Indian.
Ahirnya tentara Inggris memenangkan perang, sehingga daerah Kanada dan Mississipi sekarang dikuasai oleh pemerintahan Inggris.
Pihak Selatan Menyerang Pennsilvania 1863
C. Timbulanya Ketegangan dan Meletusnya Perang Kemerdekaan Amerika.
            Setelah selesai perang melawan Prancis, maka para kaum koloni memintaa kebebasan yang lebih besar kepada pemerintah Inggris. Namun segala kebijaksanaan pemerintah Inggris mengakibatkan ketidakpuasan bagi kaum koloni, akhirnya timbul reaksi yang di pelopori oleh golongan intelektual. Gerakan ini berkembang jadi repolusi politik. Mereka ingin melepaskan diri dari negara induknya untuk berdiri sebagi negara merdek. Adapun ada beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya perang kemerdekaan Amerika, yaitu :
1. Adanya paham kebebasan dalam bidang politik.
2. Adanya paham kebebasan dalam bidang perdagangan.
3. Pemungutan pajak tanpa perwakilan.
4. Peristiwa Boston tahun 1773. (The Boston Tea Party ).
            Peristiwa Boston tahun 1773 yaitu tenggelamnya kapal dagang Inggris yang diisi dengan muatan teh di Boston oleh kaum koloni yang menyamar sebagai suku Indian Mohawk. Peristiwa teh di Bosston menimbulkan kemarahan dari parlemen Inggris. Mereka memutuskan untuk bertindak tegas. Parlemen Inggris mengeluarkan peraturan yang oleh kaum koloni disebut undang-undang perkosaan. Undang-undang ini membangkitkan rasa persatuan di antara koloni di amerika. Sehingga pada tahun 1774 tepatnya tanggal 5 Desember diadakan suatu kongres antara wakil-wakil koloni di Philadhelpia,yang dikenal dengan nama Kongres Kontinental I. Adapun hasil kongres tersebut adalah :
1. Undang-undang paksaan tak perlu dipatuhi.
2. Dibentuk persatuan diantara koloni-koloni Amerika.
            Pada bulan Mei 1775, diadakan lagi kongres kontinental II yang dihadiri oleh tokoh Thomas Jeffersson, dan Benyamin Franklin. Dalam kongres ini diusahakan agar koloni bersama-sama mengangkat senjata melawan Inggris, kongres juga mengangkat George Washington menjadi panglima besar tentara koloni.
George Washington, Presiden pertama Amerika Serikat 1789-1797
            Pada bulan Juni tahun 1776 kongres membentuk sebuah komite dengan beranggotakan 5 orang dan dipimpin oleh Thomas Jefferson, dengan tugas mempersiapkan suatu naskah deklarasi kemerdekaan Amerika. Pada tanggal 4 Juli 1776 deklarasi kemerdekaan Amerika itu diumumkan, kemudian terkenal dengan nama Declaration of Indepandnce. Sehingga dengan ditanda tanganinya deklarasi tersebut,berarti telah terbentuk negara merdeka di Amerika Utara.
            Meskipun waraga daerah koloni telah memproklamasikan negaranya, namun sementara itu peperangan masih terus berlangsung. Pada bulan September 1977, tentara Inggris menduduki kota Philadhelpia tempat kedudukan kongres. Pada bulan Oktober tahun itu juga pasukan Inggris yang dipinpin oleh Jendral Burgoyne, bergerak dari utara menuju keselatan(sungai Hudson)dan menyerah pada Amerika di Saratoga. Atas usaha duta keliling Amerika,yaitu Benyamin Franklin ia berkeliling minta bantuan ke negara –negara Eropa dan berhasil menarik simpati terhadap perjuangan Amerika. Bantuan datang dari negara Prancis yang ingin membalas kekalahannya perang tujuh tahun kepada Inggris.
            Pada tahun 1778 pasukan Inggris teraksa meninggalkan Philadhelpia, karena serangan angkatan laut Amerika. Pada tanggal 19 Oktober 1781, tentara Inggris sebanyak 8.000 orang yang dipimpin oleh Cornwalis menyerah kepada pasukan Washington di York Town. Berita kemenangan Amerika ini sampai ke Eropa, dan Parlemen Inggris memutuskan untuk menghentikan peperangan.
            Pada tahun 1782 perjanjian perdamaian dimulai antara Amerika dengan inggris, tetapi pada tahun 1783 baru secara resmi perjanjian perdamaian antara Inggris dengan Prancis ditandatangani. Dalam paerjanjian perdamaian tersebut Inggris mengakui kemerdekaan dan kedaulatan dari ke 13 negara bagian Amerika Serikat, serta menyerahkan daerah bagian barat Mississipi kepada Amerika.
            Pada tahun 1787 wakil-wakil dari 13 negara bagian mengadakan rapat untuk menyusun undang-undang dasar yang akan dijadikan landasan berdirinya negara Amerika Serikat.
D. Dampak Yang Ditimbulkan Dari Revolusi Amerika Bagi Dunia.
            Revolusi Ameriaka merupakan salah satu revolusi yang begitu besar pengaruhnya terhadap pelaksanaan hak asasi manusia dan pemerintahan demokrasi di dunia. Revolusi Amerika merupakan peperangan untuk mempertahankan kebebasan, kemerdekaan dan penghormatan tehadap hak-hak asasi manusia. Jadi kalau kita simpulkan ada beberapa pengaruh yang ditimbulkan dari adanya Revolusi Amerika bagi dunia, diantaranya :
1. Munculnya paham demokrasi yang mempengaruhi dunia.
2. Munculnya penghormatan terhadap hak-hak asasi manusia.
3. Menjadi salah satu penyebab timbulnya revolusi Prancis.
Columbus





REVOLUSI INDUSTRI DI INGGRIS

A. Keadaan Inggris Sebelum Terjadinya Revolusi.
            Pada jaman pertengahan Inggris merupakan negara terbelakang dan terpencil penduduknya hanya 4 juta, sedangkan negara-negara lain di Eropa pada sa’at itu sudah mulai berkembang. Pada waktu itu kebutuhan masyarakat belum banyak, tiap keluarga di Inggris masih memenuhi kebutuhan sendiri-dir, perdagangan belum berkembang,dan baru tukar menukar dalam umlah kecil. Kemudian sesudah terjadi kemajuan dalam bidang pertanian dan terdapat kelebihan produksi hasil bumi, maka para petani berkesempatan untuk berjual beli.
Peta NegaraInggris
B. Revolusi di Inggris Dan Perkembangannya.
            Pada abad ke 18 di Inggris terjadi suatu revolusi yang terkenal dengan sebutan revolusi industri. Sebelum kita membahas bagaimana terjadinya revolusi tersebut, ada baiknya kita lihat pengertian revolusi industri. Revolusi indusstri adalah suatu perubahan atau pembaharuan secara cepat dan mendadak dari ekonomi pertanian ke ekonomi industri, sehingga umamat manusia selangkah maju meninggalkan gaya kehidupan lama yang masih menggunakan tenaga manusia berubah dengan tenaga mesin.
            Revolusi di Inggris terjadi setelah tahun 1870, tetapi sebab-sebab terjadinya revolusi itu sudah berjalan jauh sebelumnya. Oleh karena itu merilah kita tinjau  beberapa faktor terjadinya revolusi industri. Diantara faktor penyebab tersebut adalah sebagai berikut :
1.   Adanya berbagi penemuan dalam bidang teknologi, misalnya :
a.   Pada tahun 1767 Hargreaves menemukan mesin pintal yang dapatmemintal dengan cepat, alat ini dikenal juga dengan nama Spinning Jeny. Alat serupa juga ditemukan oleh Arkwright, tetapi dijalankan dengan tenaga air. Kedua alat itu disatukan oleh Campton pada tahun 1779, hingga dapat menghasilkan benang kapas yang kuat dan halus.
b.   Pada tahun 1785, Cartwright berhasil menciptakan mesin tenun dengan tenaga uap.
c.   Pada tahun 1733 sebelum Hargreaves, ada seorang penemu alat pintalan terbang yang
      bernama John Kay.
d.   Pada tahun 1802 Symington menemukan kapal api.
e.   Pada tahun 1819 George Stephenson menemukan Lokomotif.
2.   Tersedianya modal besar dari para pengusaha di Inggris.
3.   Adanya revolusi agraria yang memungkinkan terjadinya pabrik-pabrik.
4.   Berkembangnya kebiasaan berwira swasta dikalangan masyarakat Inggris.
5.   Terjaminnya keamanan dalam masyarakat Inggris.
6.   Cukup tersedianya bahan mentah untuk industri di inggris.
            Pada saat itu orang-orang bermodal mulai memanfa’atkan uangnya untuk mendirikan industri, rupanya usaha industri akan lebih menguntungkan dari pada usaha pertanian, oleh karena itu segera didirikan pabrik-pabrik industri. Dalam waktu yang tidak terlalu lama banyak pabrik didirikan di berbagai tempat di wilayah Inggris, sehingga dapat mengubah wajah Inggris dari alam pedesaan menjadi alam perkotaan.
C. Akibat dari Revolusi Industri.
            Revolusi industri telah membawa akibat bagi manusia, baik itu akibat yang positif maupun yang negatif. Akibat baik dari revolusi industri adalah meningkatnya kesejahteraan umat manusia, hal ini disebabkan meningkatnya daya beli masyarakat. Sementara itu, adanya revolusi industri telah membawa akibat buruk, diantaranya timbulnya pengangguran sebagai akibat ditemukannya mesin-mesin pengganti tenaga manusia.
            Untuk lebih jelasnya, berikut ini merupakan akibat dari revulosi industri sebagai berikut:
1.   Timbulnya industri besar-besaran.
2.   Timbulnya golongan Borjuis dan golongan buruh.
      Pertentangan dari kedua golongan ini menimbulkan sosialisme, yaitu suatu paham yang meningkatkan kesejahteraan rakyat banyak dan pada akhirnya berkembang menjadi paham komunisme, yaitu paham yang lebih mementingkan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi yang dalam perkembangan selanjutnya menempatkan kegiatan ekonomi diatas segala-galanya.
3.   Timbulnya urbanisasi.
4.   Timbulnya Kapitalisme dan Imperialisme.
      Kapitalisme adalah cara pandang kaum bermodal dalam memupuk keuntungan sebesar-besarnya. Sedangkan Imperialisme adalah paham dari negara-negara penjajah untuk mencari tanah jajahan karena didorong oleh kepentingan ekonomi.
D. Pengaruh Revolusi Iandustri Bagi Negara Lain.
            Revolusi yang pernah terjadi di Inggris, sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan industri di negara lain dan menjadi model proses industrialisasai di daratan Eropa maupun di benua yang lainnya.
            Proses industrialisasi di negara Prancis dilaksanakan pada masa Napoleon III secara mantap namun cabang-cabang pertanian tetap tidak ditinggalkan.
            Jerman menjalankan industialisasi ketika Oto Van Bismarck menjadi perdana mentri, sehinga dalam waktu yag tidak lama Jerman mampu menyaingi Inggris sebagai negara industri.
            Pengaruh revolusi industri, terasa juga dikawasan Asia khususnya dinegra Jepang. Pada tahun 1868 Jepang menjalankan proses industrialisasi seiring dengan proses modernisasi pada masa kaisar Meiji. Modernisasi itu dikenal dengan nama Restorasi Meiji.

















REVOLUSI PRANCIS

A. Keadaan Prancis Sebelum Terjadinya Revolusi.
1. Kekuasaan Raja Yang Tidak Terbatas.
a. Masa pemerintahan Louis IV (1643-1715).
            Dalam pemerintahannya dia menjalankan sistem Absolutisme hal ini dapat dibuktikan antara lain dengan :
1. Pernyataan dirinya yang bersemboyan L’Etat C’esmoi artinya negara adalah saya.
2. Droit Divin artinya Raja merupakan perwujudan kekuasaan tuhan di dunia.
3. Pemerintahan tidak mengenal UU.
4. Parlemen Prancis tidak pernah dilibatkan dalam pemerintahan.
b. Masa pemerintahan Louis XV (1715-1774).
            Dalam masa pemerintahannya, Prancis selalu mengalami defisit dalam bidang keuangan. Terlebih jika dibandingkan dengan masa Luis XIV, yang ada dalam masa pemerintahan Louis XV adalah menghambur-hamburkan uang.
c. Masa pemerintahan LouisXVI (1774-1793).
            Kaisar Louis XVI menjalankan pemerintahannya adalah sebagai berikut:
1. Lemah terhadap lingkungan istana.
2. Cakap dan keras kepala.
3. Ia kurang paham terhadap kepentingan-kepentingan negara.
4. Raja dan bangsawan diutamakan.
5. Segala bentuk keritikan ditindak dengan kejam.
6. Kaum bangsawan dan kaum agama mendapat kedudukan istimewa (Feodalisme).
7. Pemerintahan sewenang-wenang (Depotisme).
8. Kekacauan dalam bidang administrasi negara.
2. Golongan-Golongan Penduduk.
            Golongan penduduk di Prancis pada saat itu terdiri atas :
a.   Golongan I terdiri dari kaum bangsawan.
b.   Golongan II terdiri kaum Agama.
c.   Golongan III tediri dari rakyat jelata yang melputi : kaum pelajar, kaum Borjuis, rakyat jelata.
3. Kaum Bangsawan Dan Hak-Hak Istimewa.
            Hak istimewa golongan I :
a. Mendapat bagian 12% dari penghasilan negara.
b. Mendapat jabatan penting dalam pemerintahan.
c. Bebas dari pembayaran pajak.
d. Punya hak pungut paja.
e. Berhak mempekerjakan rakyat dengan percuma.
4. Macam-Macam Pajak.
            Golongan raja dibebani denngan berbgai macam pajak yang antara lain meliputi:
a. Pajak lalulintas.
b. Pajak tanah (Taile).
c. Pajak anggur (Aide).
d. Pajak garam (Gabele).
e. Pajak penggilingan gandum.
f. Pajak Penghasilan.
5. Munculnya Tokoh-Tokoh Penganjur Pembaharuan.
            Lahirnya tokoh-tokoh pembaharuan di Prancis, ikut mempercepat timbulnya revolusi Prancis, kondisi ini dimungkinkan terjadi karena konsep, teori dan prinsif-prinsif yang didengungkan tokoh pembaharuan, lambat laun akan merasuk kekalangan rakyat.
            Beberapa tokoh pembaharuan di Prancis adalah sebagai berikut:
a. Voltaire (1694-1778).
            Dia adalah ahli Filsapat dari Prancis yang dianggap sebagai pendekar kebebasan dan kemerdekaan. Karyanya banyak dimuat dalam Enciklopedia Prancis Diderot dan D’Alembert.
b. Jean Jaques Rouseau (1712-1778).
            Pendapat dan pandangannya dia tuangkan dalam hasil karyanya yang berjudul “Du Contrac Sosial”. Dalam bidang kemanusiaan dan kemasyarakatan berpendapat “ Alam Semuanya Sempurna, tetapi tumbuh menjadi kesengsaraan, karena masyarakat melupakan hak-hak asasi manusia”. Beliau penganjur pemerintahan demokrasi dengan semboyan “ A Government is From the People, By the People and the People”. Dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat.
c. Montesquieu (1689-1775).
            Dalam bukunya “ Le’ Esprit des Louis”. Dia mengembangkan trias politika, dengan menghendaki adanya pemisahan kekuasaan seperti :
Legislatif, sebagai pembuat UU.
Eksekutif, sebagai pelaksana UU.
Judikatif, sebagai pengawas UU.
            Ketiga kekuasaan tersebut, dalam pelaksanaanya harus terpisah dalam hal ini bermanfaat untuk :
1. Dapat menghindari terjadinya konsentrasi kekuasaan dalam satu tagan.
2. Dapat dihindari adanya pemerintahan Absolut dan Otoriter.
d. Diderot dan D’Alembert (1717-1784).
            Keduanya menciptakan Enciclopedia bagi Prancis yang didalamnya memuat pengetahuan tentang segala hal yang diterangkan secra Rasionalistis sehingga sering merupakan kritik-kritik terhadap paham-paham yang kolot.
6. Alran –Aliran Baru.
a. Empirisme.
            Adalah aliran yang memandang sesuatu berdasarkan kebenaran indra yan dialaminya. Tokohnya adalah Bacon.
b. Rationalisme.
            Aliran yang memandang bahwa sumber dari segala kebenaran adalah akal. Tokohnya adalah Rene Decrates.
c. Romatik.
            Paham yang menganggap perasaan dan kepribadian rebih penting dari pada rasio.

B. Sebab-Sebab Revolusi Prancis
            Peristiwa revolusi Prancis bukan hanya peristiwa yang terjadi begitu saja melainkan suatu peristiwa yang berakar dan berhubungan dengan peristiwa-peristiwa sebelumnya. Dimana kalau kita simpulkan ada beberapa penyebabnya adalah:
1.  Munculnya Absolutisme di Eropa.
Munculnya Absolutisme di Eropa  diilhami oleh ajaran Nicolo Machiavelli dalam hasil karyanya yang berjudul “IL Princep” (sang penguasa).
2.   Munculnya aliran-aliran baru dan tokoh pembaharuan.
3.   Keadaan Politik, Sosial, dan Ekonomi yang kian memburuk sebagai akibat kas negara mengalami defisit.
4.   Pengaruh revolusi Amerika, sehingga telah mengilhami tejadinya revolusi Prancis.
5.   Adanya perbedaan kelas dalam masyarakat.
Machiaveli, seorang Italia ahli tata negara
C. Perkembangan Revolusi Prancis.
1. Terbentuknya Dewan Nasional Konstituante.
            Untuk menanggulangi masalah keuangan negara yang sedang mengalami defisit, maka golongan kaum Bangsawan membujuk raja Louis VI untuk memanggil parlemen (Etat Generaux) untuk membicarakan masalah keuangan. Maka pada tanggal 5 Mei 1789 sidang Etat Generaux diselenggarakan di istana Versailles dengan anggota sidang yaitu:
~ Golongan I terdiri dari 300 orang.
~ Golongan II terdiri dari 300 orang.
~ Golongan III terdiri dari 600 orang.
            Didalam persidagnan terjadi perselisihan yaitu:
~ Golongan I dan II menginginkan pemungutan suara pergolongan
~ Golognan III menginginkan pemungutan suara secara perorangan
            Pada tanggal 17 Juni 1789, wakil-wakil golongan III memproklamirkan Etar Generaux sebagei Dewan Nasional, yang merupakan perwakilan bangsa Prancis. Pada hari itu juga Dewan Nasional merubah sidang menjelma menjadi sidang seluruh rakyat tanpa golongan-golongan. Mereka bersumpah tidak akan bubar sebelum suatu UU tersusun. Raja kemudian tunduk tetapi memecat Necker sebagi menteri negara atas desakan kalangan Istana. Pemecatan ini menyebabkan penjara Bastille disrbu oleh rakyat tanggal 14 Juli 1789.
Penyerbuan Penjara Bastille oleh rakyat 14 Juki 1789
            Alasan rakyat Paris menyerbu penjara Bastille adalah :
~    Ada berita bahwa raja mengumpulkan tentaranya disekitar Paris untuk menindas revolusi.
~    Rakyat mengetahui di Penjara Bastille tempat gudang Senjata.
~    Penjara Bastille dianggap sebagai lambang kekuasaan , kesewenang-wenangan dan keangkuhan Raja dan Bangsawan.
            Pada tanggal 14 Juli 1789 ini dianggap sebagai hari Nasional Prancis dan dinamakan “ Quantorze Juillet “. Pada tanggal 20 Juli 1789 Dewan Nasional bersidang ditempat tenis dan mereka bersumpah tidak akan bubar sebelum Prancis mendapat UU dan menamakan dirinya Assemble National Constituante.
2. Akibat Runtuhnya Penjara Bastille.
~    Penghapusan Ancien Regime yaitu hak istimewa Bangsawan.
~    Menyesun pemerintahan baru.
      Usaha yang dilakukan oleh pemerintahan baru adalah :
~    Membentuk pasukan keamanan nasional (Garde Nationale), dibawah pimpinan Jendral Laffayete.
~    Membentuk Konstituante untuk menyusun UUD Prancis.
~    Menghapuskan semua titel Bangsawan dan diganti dengan titel baru yang cenderung menampakan kesamaan, kemerdekaan, dan persaudaraan.
~    Mengumumkan pernyataan hak-hak manusia dan warga negara pada tanggal 27 Agustus 1789.
~    Konstitusi disahkan pada tanggal 14 Juli 1790.
~    Raja punya Veto yaitu dapat menunda keputusan, tetapi tidak membatalkannya.
~    Raja setuju pada UU dan bersumpah setia kepadanya.
Sidang Nasional Prancis yang mulai menghapus beberapa hak para Bangsawan
3. Prancis Menjadi Kerajaan Yang Memiliki UU.
            Pada tahun 1791 UUD Prancis selesai dan memperoleh bentuk pemerintahan Monarchi Konstitusional (1791-1792). Kekuasaan membuat UU dipegang oleh L’Asemble Legislatif. Pada masa ini banyak terjadi kekacauan, hal ini dimungkinkan karena terjadi persengketaan antara kaum borjuis dengan kaum rakyat biasa.Persengketaan itu sendiri terjadi karena kaum borjuis yang menamakan dirinya kaum Gironde menghendaki bentuk pemerintahan Monarchi Konstitusional sedangkan kaum rakyat jelata yang menamakan dirinya kaum Montagne, menginginkan Republik dengan alasan karena Raja tidak dapat dipercaya lagi. Raja harus dihukum mati tidak harus dipertahankan kedudukannya.
            Selain perselisihan yang timbul akibat bentuk pemerintahan, terjadi pula perselisihan antara partai Gironde dan Montagne tentang penghukuman Raja Louis VI. Keinginan Montagne, raja harus dihukum mati sedangkan Gironde menginginkan kedudukan Raja tetap dipertahankan. Maksudnya adalah hendak dijadikan alat dari kaum Gironde terhadap rakyat yang muai menampakan sikap agresif. Namun tujuan Gironde gagal, karena Robispire merupakan pimpinan Montagne berusaha menjatuhkan Gironde. Sejak itulah Gironde kehilangan kepercayaan rakyat, ahirnya Montagne menang dan terbentuklah pemerintahan yang dipimpin oleh Montagne.
Robispierre, yang memrintah Prancis secara diktator
4. Prancis Dibawah Napoleon.
            Sebagai konsul pertama, Napoleon mengendalikan pemerintahan dengan memperbaiki administrasi pemerintahan disederhanakan dan hukum disempurnakan. Code Napoleon menjadi dasar hukum perancis sampai sekarang,yang mencakup hai-hal seperti
a) kebebasan beragama,
b) kedudukan yang sama dalam hukum,dan
c) pemilihan hakim oleh pemerintah.
            Peraturan perdagangan disempurnakan dengan kode perdagangan Napoleon. Setiap orang bebas berusaha untuk mengumpulkan kekayaan. Hubungan dengan gereja diperbaiki dan bangsawan yang melarikan diri diizinkan kembali ke Prancis.
            Kemenangan yang diperoleh dan perbaian dalam negeri mendorong Napoleon mengangkat dirinya sebagai kaisar. Keinginana Napoleon menempatkan negara-negara lain di bawah pengaruh Prancis menimbulkan koalisi negara Eropa untuk menentang Prancis. Akan tetapi pasukan Prancis tetap unggul, Napoleon menguasai wilayah Eropa dari perbatasan Spanyol hingga perbatasan Rusia.
            Saudara-saudara Napoleon diangkat menjadi Raja diaerah yang dikuasainya, seperti: Joseph Napoleon di Nepels serta Louis Napoleon di Belanda.
            Napoleon menganggap Rusia membahayakan sehingga ia berusaha menguasai Rusia, tetapi usaha ini pun gagal. Akibat politik bumi hangus Rusia yang merupakan kekuatan gabungan Austria, Prusia, dan Rusia berhasil mengalahkan Prancis di Leipzig.Pada bulan Oktober 1913 Inggris dan Spanyol menguasai menguasai Prancis, Napoleon menyerah dan dibuang ke pulau Elba 6 April 1914.
            Pada bulan Martet 1915 Napoleon kembali dan dapat merebut Prancis, akan tetapi negara-negara Eropa bergabung menghadapinya, Napoleon dikalahkn di Waterlo kemudian dibuang lagi ke St. Helena.

D. Pengaruh Revolusi Prancis.
            Pengaruh revolusi Prancis sangat besar dalam bidang politik, pemerintahan, sosial, dan ekonomi misalnya:
a. Negara-ngara di Eropa mulai memerintah dengan UU.
b. Pengaruh paham Demokrasi dan Nasionalisme semakin berkembang.
c. Hilangnya Feodalisme dan hak-hak istimewa Gereja.
            Repolusi Prancis mengembangkan paham Demokrasi Liberal yang mengakui adanya persamaan hak manusia disegala bidang. Semboyan Revolusi Prancis, Liberte, Egalite,dan Fraternite (kebebasan, persamaan, persaudaraan) merangsang timbulnnya Nasionalisme di Eropa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar